foto1
Program Studi dengan Akreditasi "B" BAN-PT
foto1
Matematika Cepat, Cermat dengan Trick
foto1
Matematika Itu Bukan untuk di Takutkan Tetapi untuk di Taklukkan
foto1
Otak Atik Otak
foto1
Matematika untuk Kita Semua
STKIP PGRI SUMBAR
Jl. Gunung Pangilun - PDG

Sistem Informasi

Login Form

Abad 21 merupakan abad pengetahuan, abad dimana informasi banyak tersebar dan teknologi berkembang. Pendidikan Nasional abad 21 bertujuan untuk mewujudkan cita-cita bangsa, yaitu masyarakat bangsa Indonesia yang sejahtera dan bahagia, dengan kedudukan yang terhormat dan setara dengan bangsa lain dalam dunia global, melalui pembentukan masyarakat yang terdiri dari Sumber Daya Manusia yang berkualitas, yaitu pribadi yang mandiri, berkemauan dan berkemampuan untuk mewujudkan cita-cita bangsanya (BSNP, 2010).

Sistem pembelajaran abad 21 merupakan suatu peralihan pembelajaran dimana kurikulum yang dikembangkan saat ini menuntut sekolah untuk merubah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada pendidik (teacher-centered learning) menjadi pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student-centered learning). Hal ini sesuai dengan tuntutan dunia masa depan dimana peserta didik harus memiliki kecakapan berpikir dan belajar. Kecakapan-kecakapan tersebut diantaranya adalah kecakapan memecahkan masalah (problem solving), berpikir kritis, kolaborasi, dan kecakapan berkomunikasi. Semua kecakapan ini bisa dimiliki oleh peserta didik apabila pendidik mampu mengembangkan rencana pembelajaran yang berisi kegiatan-kegiatan yang menantang peserta didik untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah. Kegiatan yang mendorong peserta didik untuk bekerja sama dan berkomunikasi harus tampak dalam setiap rencana pembelajaran yang dibuatnya.

Salah satu hasil inovasi pembelajaran khususnya dalam pembelajaran matematika yang sejalan dengan karakter belajar abad 21 adalah pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). PMRI merupakan suatu pendekatan pendidikan matematika yang merupakan hasil adaptasi dari Realistic Mathematics Education (RME) yang telah dikembangkan di Nederland sejak tahun 1970 (Heuvel-Panhuizen, 2003 ; Hadi,2005).

Berdasarkan karakteristik diatas, maka jelaslah bahwa PMRI sejalan dengan karakter belajar Abad 21. Untuk itu sudah seharusnya PMRI dikembangkan dan dilaksanakan dalam setiap pembelajaran matematika di Indonesia. Mengingat hal itu, Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat mengadakan Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika pada 29 April 2017 dengan tema Menjawab Tantangan Abad 21 Melalui 4C’s dengan PMRdengan pembicara Prof. Dr. Ahmad Fauzan, M.Pd, M.Sc (Koordinator Program Doktor Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang) dan Dr. A.R. As’ari, M.Pd, MA (Koordinator Prodi Pendidikan Matematika Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang).

 

Read more: Seminar Nasional Matematika 2017 “Menjawab Tantangan Abad 21 Melalui 4C’s dengan PMR”

Kegiatan pembekalan calon alumni bertemakan Membangun Personal Branding Untuk Berkarir di Dunia Kerja”. Narasumber pada kegiatan ini adalah Tim dari UNAKER dan HUMAS STKIP PGRI Sumatera Barat, yaitu Dra. Sefna Rismen, M.Pd dan Agusrino, M.T.

Calon alumni STKIP PGRI Sumatera Barat untuk Prodi PMIPA pada periode wisuda ke-54 berjumlah 294 orang, dengan rincian sebagai berikut; 148 orang dari Prodi Pendidikan Matematika, 144 orang dari Prodi Pendidikan Biologi, dan 2 orang dari Prodi Pendidikan Fisika. Kegiatan ini diadakan agar lulusan STKIP PGRI Sumatera Barat  dapat memiliki softskill yang unggul dan memperkenalkan pentingnya personal branding dalam upaya meningkatkan performance mereka di dunia kerja nantinya. Selain itu, kegiatan ini juga diadakan agar lulusan dapat mendukung kegiatan tracer study.

Read more: Pembekalan Calon Alumni Wisuda Periode 54

Prodi  Pendidikan Matematika mengadakan Lokakarya RPS dan SAP Berbasis KKNI. Dibuka oleh Wakil Ketua II Bapak Jaruddin MA., Ph.D, dilanjutkan dengan Pemaparan Profil Program Studi oleh Ketua Prodi Pendidikan Matematika Dra. Rahmi, M.Si. Kemudian dilanjutkan dengan Presentasi RPS oleh masing-masing dosen pengampu mata kuliah.Lokakarya ini berlangsung selama 2 hari mulai tanggal 2-3 Februari 2017 dan diikuti oleh seluruh dosen Program Studi Pendidikan Matematika.

Media pembelajaran matematika merupakan salah satu mata kuliah wajib bagi mahasiswa prodi pendidikan matematika STKIP Sumatera Barat. Mata kuliah ini memiliki beban kerja sebesar 2 SKS. Setelah melakukan pembelajaran tatap muka di kelas, siswa diwajibkan mampu untuk membuat media pembelajaran, diantaranya media handmade, media cetak dan media pembelajaran interaktif menggunakan software macromedia flash. Media pembelajaran yang telah selesai dirancang oleh mahasiswa selanjutnya dipamerkan pada acara pameran media pembelajaran matematika. Pada acara pameran media inilah mahasiswa diberikan kepercayaan dan kebebasan untuk memperlihatkan hasil karyanya.

Pameran Media Pembelajaran yang diadakan pada tanggal 17 Desember 2016 dimulai dari pukul 9.00 – 17.00 WIB. Acara pameran kali ini bertemakan “Belajar Matematika KEKINIAN (Kreatif, Edukatif, Kompak, Intelek, Natural, Inovatif, Antusias, Nasionalis). Wujudkan Media Pembelajaran Spektakuler. Acara ini dibuka oleh Ketua STKIP PGRI Sumatera Barat dan dihadiri oleh Wakil Ketua II, Kepala Unit Selingkungan STKIP PGRI Sumatera Barat, Ketua Prodi dan Sekretaris Prodi Pendidikan Matematika, Staf dosen Prodi Pendidikan Matematika serta Para Guru dan Siswa yang merupakan tamu undangan pada acara tersebut. Dalam pidato pembukaan acara, Ketua STKIP PGRI Sumatera Barat, Ibu Dr. Hj. Zusmelia, M.Si sangat mengapresiasi kegiatan pameran ini. Beliau sangat bangga dengan kreatifitas mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika yang telah mampu merancang media pembelajaran yang sangat spektakuler. Beliau menuturkan bahwa melalui kegiatan pameran media pembelajaran ini mahasiswa harus mengembangkan kemampuan edupreneurshipnya. Ini berarti mahasiswa tidak hanya mampu membuat media tapi juga mampu memasarkan media tersebut. Sasaran pemasaran utama adalah sekolah-sekolah. Oleh karena itu, kepada para undangan khususnya guru, beliau menyampaikan bahwa kegiatan pameran media pembelajaran ini membuka peluang sebesar-besarnya bagi guru-guru untuk memesan media pembelajaran yang dipamerkan.

Sebagai langkah awal membangun edupreneur mahasiswa dan untuk menjalin hubungan baik dengan guru-guru yang telah menghadiri acara pameran ini, beliau menyampaikan bahwa guru-guru diperbolehkan memilih 1 media untuk dibawa ke sekolah masing-masing. Hal ini disambut baik oleh guru-guru yang menghadiri acara pameran ini. Guru-guru merasa sangat antusias dengan acara pameran media ini.

Setelah acara pameran media dibuka, para pengunjung sangat ramai berdatangan. Mereka tidak hanya tertarik dengan media yang dipamerkan tapi juga tertarik dengan desain stand yang unik-unik dan kreatif. Para pengunjung menghampiri setiap stand yang disediakan. Setiap stand memiliki daya tarik tersendiri. Pengunjung yang berdatangan sangat penasaran dengan media yang dipamerkan sehingga membutuhkan penjelasan tentang penggunaan media tersebut. Pada saat inilah kemampuan mahasiswa dalam mengkomunikasikan media yang dipamerkan menjadi terlatih. Acara ini memamerkan lebih kurang 75 handmade, 90 media cetak dan 150 macromedia flash.

Kegiatan lainnya yang termuat dalam acara pameran ini adalah perlombaan media. Seluruh media yang dipamerkan dilombakan hingga diperoleh media terbaik pada setiap kategori. Media handmade dimenangkan oleh sesi 2014C dengan media handmade Voltaker, media cetak dimenangkan oleh sesi 2015B, dan macromedia flash dimenangkan oleh sesi 2014B, serta juara umum pada pameran media pembelajaran matematika kali ini dimenangkan sesi 2014A.

Acara pameran ini ditutup oleh Ketua Prodi Pendidikan Matematika dan dihadiri oleh dosen Prodi Pendidikan Matematika beserta mahasiswa yang terlibat di dalamya. Hasil yang diperoleh dari pameran ini adalah banyaknya guru yang antusias dengan media yang dipamerkan. Hal ini dapat dilihat dari adanya media handmade yang dipesan oleh para tamu undangan yang berkesempatan hadir pada acara tersebut. Sebagai tindak lanjut dari acara pameran ini, Prodi Pendidikan Matematika akan mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk sosialisasi media pembelajaran matematika ke sekolah-sekolah.

 

Berinovasi Melalui Penelitian Pengembangan”

Pada tanggal 02 dan 03 Desember 2016, Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat mengadakan kegiatan Workshop Penelitian Pengembangan dengan tema Berinovasi Melalui Penelitian Pengembangan”. Kegiatan workshop ini bekerjasama dengan tiga prodi lainnya dilingkungan STKIP PGRI Sumatera Barat yaitu Program Studi  Pendidikan Biologi, Pendidikan Fisika dan Pendidikan Informatika dengan jumlah peserta sebanyak 72 orang dosen.

Narasumber adalah Prof. Dr. Ratu Ilma Indra Putri, M.Si, beliau adalah guru besar FKIP Universitas Sriwijaya (UNSRI). Kegiatan workshop di buka oleh Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama (Wakil Ketua II) STKIP PGRI Sumatera Barat yaitu Bapak Jarudin, MA., Ph.D. Dalam sambutannya Bapak Jarudin, MA., Ph.D menghimbau kepada seluruh dosen peserta worshop untuk mengikuti workshop dengan serius dan diharapkan dapat melaksanakan penelitian pengembangan sehingga hasilnya diharapkan mempunyai kontribusi terhadap kualitas pembelajaran.

Sebelum kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua II, Ketua Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat Ibu Dra. Rahmi, M.Si menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk lebih meningkatkan wawasan dosen khususnya mengenai penelitian pengembangan. Selanjutnya ketua prodi menyatakan bahwa kegiatan ini penting dilaksanakan dalam rangka untuk lebih mendalami penelitian pengembangan. Karena saat ini sudah banyak mahasiswa yang tertarik melakukan penelitian pengembangan untuk skripsinya, sementara diantara dosen pembimbing masih ada yang mempunyai pemahaman yang berbeda terhadap penelitian pengembangan. Sehingga diharapkan semua dosen pembimbing mempunyai pemahaman yang sama dalam pembimbingan terhadap mahasiswa yang melakukan penelitian pengembangan. Selain untuk kebutuhan pembimbingan skripsi lebih lanjut  Ibu Dra. Rahmi, M.Si menyatakan bahwa workshop ini juga sangat dibutuhkan bagi semua dosen untuk melakukan penelitian pengembangan dalam rangka mengembangkan perangkat pembelajaran, metode pembelajaran, dan lain sebagainya, untuk mendukung proses pembelajaran.

Kegiatan hari pertama workshop dilaksanakan dari pukul 08.00 WIB sampai dengan 15.00 WIB. Penjelasan yang disampaikan oleh Prof. Ratu Ilma sangat membuka wawasan seluruh dosen peserta workshop, karena beliau menyampaikan materi dengan sangat rinci dan jelas. Diantaranya beliau menjelaskan perbedaan antara Research and Development dengan Design Research, sehingga dosen menjadi lebih paham karakteristik penelitian pengembangan, dan tentunya akan sangat membantu dalam melaksanakan penelitian khususnya penelitian pengembangan.

 

Melalui paparan materi yang disampaikan oleh narasumber, dosen dapat menilai sendiri apa yang sudah dilakukan selama ini dalam melaksanakan penelitian pengembangan. Dosen mengungkapkan bahwa selama ini ada beberapa hal yang sudah dilakukan dan ternyata kurang pas dengan rohnya penelitian pengembangan.

Calendar

October 2019
Mo Tu We Th Fr Sa Su
30 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

Statistik Pengunjung

326260
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
386
404
936
323297
6619
9677
326260

Your IP: 118.97.164.113
Server Time: 2019-10-22 20:00:59